KEUTAMAAN BULAN MUHARROM Part. II

Bulan Muharram adalah bulan yang agung, bulan yang paling mulia untuk berpusa setelah bulan Ramadhan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah al-Muharram.”

Beberapa amalan yang sangat dianjurkan dikerjakan di bulan Muharrom :

  1. Berpuasa

Syekh Abd. Hamid bin Muhammad Ali Qudsi, dalam bukunya Kanzun Najah, Hal. 13 Sebagai mana sabda Nabi SAW, dari Hafshah (Istri Nabi) meriwayatkan suatu hadits dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Barangsiapa berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzulhijah dan juga hari pertama dari bulan Muharam, maka Allah akan menghapus atas dosanya (selama) selama lima puluh tahun. Dan puasa sehari di bulan Muharam (pahalanya) sebagai penghapus atas dosa selama tiga puluh hari.”

Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa tiga hari di bulan Haram, yakni hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, maka Allah akan mencatat untuknya (pahala) ibadah selama tujuh ratus tahun.”

Berpuasa pada hati Tasu’a dan Asyuro’ (tanggal 9 dan 10 bulan Muharram. Rosulullah SAW bersabdah, “Berpuasalah kalian sehari sebelum hari Asyuro’ dan satu hari setelah Asyuro. Dan berbedalah dengan amalan orang Yahudi.

2. Membaca Ayat Kursi Sebanyak 360x pada hari pertama bulan Muharram [setiap kali membaca diawali dengan basmalah]

3. Membaca do’a akhir tahun hijriyah. Do’a ini dibaca pada hari terakhir (sesudah sholat Ashar) bulan Dzulhijjah menjelang magrib. Barangsiapa membaca do’a ini pada waktu tersebut, maka syetan berkata, “Kesusahanlah bagiku, sia-sialah pekerjaaanku menggoda manusia pada tahun ini

4. Membaca do’a awal tahun hijriyah. Do’a ini dibaca pada malam awal tahun baru hijriyah sehabis sholat magrib. barangsiapa membaca do’a ini pada waktu tersebut, maka Allah SWT akan memberikan perlindungan dan pertolongan dari segala bencana dan godaan syetan. sehingga tahun itu akan membawa kebahagiaan dan ketentraman lahir dan batin.

5. Menghidupkan malam tanggal 10 Muharrom (malam ‘Asyuro) dengan berdzikir, sholat sunnah, berdo’a, dan membaca Al Qur’an

6. Shilaturrahmi, shodaqoh, ziarah kepada ulama, menjenguk orang yang sakit, mengusap dan menyantuni anak yatim, memberikan keistimewaan kepada kepada keluarga, memotong kuku dan membaca surah al ikhlas 1.000x.

Didalam kitab Mukasyafatul Qulub, karya DR. Muhammad Rasyid Al Qabbani, hal 423. Diriwayatkan oleh Al-Imam Baihaqi dalam kitab Syu’bul Iman : Barangsiapa memberikan keluasan rezeki pada Istri dan anak-anaknya pada hari ‘Asyuro, maka Allah akan memberikan keluasan rezeki padanya pada tahun-tahun berikutnya. dst.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *