SEJARAH SINGKAT

Pondok Pesantren Al Muhajirin yang berlokasi di Jl. B6 Teluk Gong Blok A20 Rt. 007 Rw. 013 Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan, Kota Administrasi Jakarta Utara, didirikan oleh KH. Abdul Rouf Syahid Hamim di tahun 1990 melalui bendera Yayasan Perguruan Tarbiyah Islam (YPTI).

Tahun 1991 YPTI menyelenggarakan 2 (dua) jenjang sekaligus pendidikan formal, yaitu  Madrasah Tsanawiyah Al Muhajirin (setingkat SMP) dan Madrasah Aliyah Al Muhajirin (setingkat SMA). Di mana sistem pendidikan kedua  jenjang pendidikan formal tersebut terintegrasi dengan sistem pendidikan Pondok Pesantren Al Muhajirin, Hal tersebut dikarenakan usia belajar santri Pondok Pesantren Al Muhajirin sama dengan usia belajar peserta didik di Madrasah Tsanawiyah dan di Madrasah Aliyah, yaitu usia lulus Sekolah Dasar dan/atau usia lulus Sekolah Menengah Pertama.

Tahun 1992, Al Maghfurlah KH Abdul Rouf Syahid Hamim, mengajukan pengunduruan dirinya sebagai imam rawathib di Masjid Istiqlal kepada Badan Pengelola Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Beliau menjadi imam rawathib di masjid negara tersebut sejak tahun 1972 ketika Istiqlal masih dalam tahap pembangunannya. Beliau memilih mengundurkan diri agar bisa fokus mendidik dan membangun santri dan Pondok Pesantren Al Muhajirin. Totalitas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab beliau terhadap Allah dan hamba-Nya atas pilihan beliau dalam mendirikan Pondok Pesantren Al Muhajirin,

Dan di tahun 1992 itulah Al Maghfurlah KH Abdul Rouf Syahid Hamim melalui bendera YPTI semakin bergelora sehingga akhirnya YPTI menyelenggarakan pendidikan formal baru untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (setingkat Sekolah Dasar).

Tahun 2005, YPTI menyelengarakan Raudlatul Athfal (setingkat Taman Kanak-kanak). Dan dipenghujung tahun 2005 inilah, Al Maghfurlah KH Abdul Rouf Syahid Hamim menghembuskan nafas terakhirnya, tepatnya pada 26 Desember 2005. Pengasuhan Pondok Pesantren Al Muhajirin kemudian dilanjutkan oleh putera pertama beliau yakni KH. Mohamad Saifur Rohman.

Selanjutnya, lantaran penyesuaian terhadap Undang-undang Yayasan, maka pada tahun 2010 Yayasan Perguruan Tarbiyah Islamiyah berganti nama menjadi Yayasan Al Muhajirin Tarbiyah Islamiyah (YALTIS).

Hingga saat ini, Pondok Pesantren Al Muhajirin masih terus eksis mengemban amanah pendidikan Islam dan membantu negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Almuni lulusan Pondok Pesantren Al Muhajirin telah banyak berkiprah di berbagai bidang profesi. Banyak yang mengambil peran dakwah bil `ilmi dan dakwah bil lisan meneruskan perjuangan para ulama terdahulu, seperti membina majelis ta’lim, mengisi khutbah Jum`at dan kajian-kajian keagamaan Islam, mengajar di TPQ, TPA, dan madrasah diniyah, serta lain sebagainya.

Akan tetapi, tidak sedikit juga lulusan Pondok Pesantren Al Muhajirin yang mengambil peran di luar dakwah namun tetap mempertahankan nilai-nilai ajaran Islam yang mulia, seperti bergabung dalam kesatuan TNI ataupun Polri, menjadi hakim di pengadilan agama, menjadi guru PNS atau Guru Non PNS, menjadi ASN di wilayahnya masing-masing, membuka berbagai jenis usaha, dan sebagainya.

Dengan jumlah alumni yang luar biasa banyaknya dengan berbagai macam profesi, dan jumlah peserta didik yang saat ini masih belajar di Pondok Pesantren Al Muhajirin dari jenjang RA (setingkat TK) sampai jenjang MA (setingkat SMA) serta kemungkinan untuk terus eksisnya semua jenjang pendidikan di Pondok Pesantren Al Muhajirin di tahun-tahun mendatang, mengingat grafik jumlah siswa yang setiap tahun semakin meningkat. Maka dibutuhkan sebuah media informasi kekinian yang dapat diakses di manapun dan kapanpun, sehingga semua alumni, semua peserta didik dari berbagai jenjang, semua orang tua/wali, semua jama`ah dan simpatisan Pondok Pesantren Al Muhajirin, serta siapa saja, dapat mengetahui dengan mudah dan murah tentang apa dan bagaimana Pondok Pesantren Al Muhajirin.

Maka, jurnalmuhajirin.com merupakan pilihan yang sangat tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Jurnalmuhajirin.com telah memudahkan peserta didik menjalani proses belajar di rumah semenjak masa pandemi Covid-19, sehingga peserta didik dapat terus mendapatkan haknya untuk belajar meskipun mereka berada di rumah, dan Pondok Pesantren Al Muhajirin juga bisa terus menjalankan amanah mendidik generasi muda Islam dan membantu pemerintah dan negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.